Perhelatan akbar kejuaran
bergengsi piala Thomas dan Uber berakhir sudah. Dominasi raksasa China masih
terus berlanjut, mereka terbang bagai naga yang mengincar setiap mangsanya
dengan semburan nafas apinya
. Sebuah momen yang boleh
dibilang luar biasa mengingat sebentar lagi perhelatan Olimpiade Beijing
akan digelar. Seperti mendayung sekali dua tiga pulau terlewati, mereka seolah
ingin memborong lagi semua medali emas yang dipertandingkan di cabang
bulutangkis. Indonesia?
Ya kenapa memangnya dengan Indonesia?
Untuk tim tercinta kita ini, saya sangat terkejut. Pertama, untuk
pertama kalinya dalam waktu 10 tahun akhirnya kita tampil di partai puncak
piala uber, didukung oleh ribuan penonton dan disaksikan langsung oleh
RI 1 dengan harapan kita bisa membawa pulang piala uber sebagai hadiah 100
tahun hari kebangkitan nasional, partai puncak piala uber ini sungguh seru dan
luar biasa. Walaupun kita kalah 3 – 0 kita tidak perlu kecewa, setidaknya maria
kristin dkk telah berjuang habis – habisan. Tidak hanya mereka lho, penonton di
lapangan juga memberi semangat yang ruaaaaar biasa!!!. Saya dan teman –
teman yang nonton di tv pun tidak kalah semangat untuk meneriakkan
”eaaaah…huuuuu..eahhhh..huuuu”, dan teriakan – teriakan lainnya, sampai
– sampai 2 bungkus permen woods habis
. Kedua, saya agak
terkejut kenapa tim Thomas kita tidak lolos ke partai puncak dan tunduk
oleh pasukan negeri gingseng 3 – 0, nah kalau untuk yang ini entah kenapa saya
tidak melihat permainan terbaik, mereka seolah kehabisan akal bagaimana
menembus barikade tim Korsel, seperti pernyataan markis kido yang menyatakan
bahwa power pukulan lawan sangat luar biasa dan pola pertahanan mereka sangat
rapi. Tapi dari semua itu kita patut bersyukur karena penyelenggaraan acara
berlangsung lancar dan tanpa kejadian yang tidak diinginkan (walaupun
kejadian tiket selalu habis yang sangat menyebalkan). Terima kasih kepada
semangat dan dukungan yang telah diberikan oleh para penonton dan juga dukungan
pengurus PBSI. Perhatian kalian sangat berarti untuk mereka pejuang – pejuang yang
sedang bertempur. Saya berharap bahwa pemain – pemain kita perlu menambah jam
terbangnya dengan lebih sering mengikuti kejuaraan – kejuaraan internasional.
Tidak usah saling menyalahkan atas kekalahan kita, tatap Olimpiade Beijing,
Borong semua medali emas di depan public China….Hidup
Indonesia!!!!