Seakan membandingkan dengan
produk sistem operasi MS Windows yang
sudah menjadi raja di hutan sistem operasi baik untuk level home user atau professional user selama lebih dari satu decade. Satu hal yang
menjadi pertanyaan saya adalah kenapa selama ini orang selalu meributkan sistem
operasi windows yang rapuh, rapuh di
sini dalam arti sering menjadi langganan serangan virus dan teman – teman
sebangsanya. Bahkan ada kawan saya yang merekomendasikan agar menggunakan Linux
karena dijamin virus tidak akan menyerang. Sebentar dulu, dijamin??..hohoho
saya tidak percaya itu.
Di luar sana memang ada beberapa produk antivirus
untuk lingkungan Linux, ada tapi
sedikit jika dibandingkan dengan produk antivirus untuk lingkungan Windows. Dari hasil penelusuran saya ada
beberapa alasan mengapa hal ini terjadi :
- Saya tidak tahu apakah ini
memang benar atau tidak, tapi yang jelas para pembuat virus menginginkan
perhatian. Perhatian??, ya betul..dari fakta bahwa windows masih menjadi sistem operasi yang banyak dipakai, kenapa tidak
kita membuat sesuatu hal yang membuat kita dikenal (walau dengan cara yang
tidak terpuji). Dengan membuat virus yang hebat, biasanya nama virus itu akan
menjadi terkenal dan ujung – ujungnya akan melambungkan si pembuatnya. Hehehe
sempat terpikir kalo ditangkap oleh FBI bakal diberi pekerjaan, ya paling –
paling ditahan 1 – 2 bulan . Kalo di sini?? Well gak tahu deh…
- Stereotypically ( cari di
google ya maksud dari istilah ini, saya agak kesulitan menterjemahkan ke bahasa
Indonesia
), pengguna windows sangat rentan
dalam melakukan kesalahan pengoperasian sistem opearasi itu sendiri sehingga
memudahkan virus untuk berlenggang ria merusak sistem kita.
- Nah ini yang mungkin
terlihat kontroversial. Banyak kalangan di sana menyebutkan bahwa windows itu sangat rentan atau lemah dalam hal keamanan. Banyak
celah yang dapat dimanfaatkan oleh virus
untuk masuk dan merusak sistem windows.
( Well saya tidak mau berdebat panjang mengenai masalah ini )
- Hal lain yang juga menarik
adalah, di lingkungan linux jika
ditemukan celah keamanan yang berpotensi merusak sistem maka perbaikan akan
lebih cepat dibanding yang dilakukan oleh windows,
kenapa?? Karena seperti yang kita tahu linux
itu berbasis open source dan semua orang bisa melihat kode program, dan
jika ada celah mereka segera memberi tahu lewat forum, memperbaikinya dan
mengirim patch ke komunitas. Sangat
cepat bukan??
Satu hal yang patut menjadi
perhatian yaitu walaupun kita tahu bahwa untuk saat ini lingkungan linux tidak terlalu menderita akan
potensi serangan virus seperti halnya yang dirasakan oleh windows, ada momok menakutkan yang bisa membuat sistem linux terlihat seperti macan ompong ( I
can see windows fan smile out ther
). Yup kita mengenalnya sebagai rootkit. Sebuah program yang dapat
menimbulkan bencana pada sistem berbasis linux.
Dengan rootkit, kita bisa mendapatkan
hak akses sistem sebagai root. Hmmm,
istilah gampangnya dengan mendapatkan akses root
kita bisa berlaku seperti seorang presiden atau raja sebagai panglima tertinggi
di sebuah sistem ( tapi lewat jalur illegal ). Dengan hak akses tertinggi kita bisa melakukan modifikasi atau mengamati
aliran data yang berjalan di sistem orang lain ( mengintip tepatnya ).
Selanjutnya, ya kalau dia baik hati dia cuma mengintip terus pergi, nah lain
masalah kalau yang mengintip jahat…well gak kebayang deh. Parahnya lagi kita
dapat melakukan kegiatan intip -
mengintip itu secara sembunyi – sembunyi. Payah deh dah ngintip gak ketahuan lagi
di mana orang yang ngintip…Girls.. be careful!!! Lho kok jadi cewek..
Beberapa program dikategorikan
bisa melakukan hal ini yaitu seperti loggers,
poisoned DNS entries, backdoor botnets, harvester, spam gateway , dan masih
banyak lagi. Googling aja deh….
Nah bisa dilihat kan kalo tidak ada 100%
sistem yang betul – betul aman. Omong kosong itu semua. Yang bisa kita lakukan
adalah melakukan tiindakan preventif dalam hal penanganan isu keamanan sebuah
sistem ( heheh ini urusan orang security, saya tidak berkompeten
menjelaskannya). Menurut saya satu hal yang membedakan antara keamanan sistem
berbasis windows dan linux adalah seberapa besarnya kita
menjaga sistem kita berada pada level keamanan yang tinggi (high level of security). Kalau di windows kita bisa lakukan dengan
memperkuat firewall, menggunakan observant antivirus, antispyware/adware,dan
bagaimana kita bisa mempunyai kepedulian akan keamanan sistem kita sendiri,
seperti jika ada pertukaran data lewat flasdisk
maka terlebih dahulu lakukan virus
scanning, rajin melakukan update anti
virus. Untuk sistem linux kita
bisa melakukan routine update pada
sistem kita, memastikan bahwa daemon
dan program yang tidak diperlukan dimatikan saja atau dikunci (disabled and locked away), pengamatan
terhadap program – program yang berjalan tidak normal.